Bandung Dulu dan Sekarang


Berbeda jauh 25 tahun yang lalu ketika awal-awal aku masuk Bandung, kota ini begitu sejuk ditumbuhi pohon-pohon hijau disepanjang jalan yang kulalui kemanapun pergi. Kendaraanpun belum terlalu hiruk pikuk sehingga jalan-jalan masih terasa lengang untuk dilewati.

Kini setelah 25 tahun berlalu semua itu tinggalah kenangan, sering terbersit penyesalan betapa ternyata pemimpin yang silih berganti ternyata sama sekali tidak punya kepedulian apalagi visi yang jelas untuk menjaga dan membenahi agar Bandung kedepan lebih Indah namun tetap asri.

Kondisi diperparah dengan telah beroperasinya tol Cipularang beberapa tahun lalu, disatu sisi itu adalah kemudahan karena telah memperpendek waktu tempuh Bandung – Jakarta dan sebaliknya menjadi 2,5 jam saja yang sebelumnya perlu waktu 4 sampai 5 jam, namun disisi lain memperparah kondisi kemacetan di Bandung karena setiap weekend warga Jakarta eksodus ke Bandung mencari suasana setelah kepenatan aktivitas di Jakarta.

Kemacetan, kesemrawutan, dan suasana sesak setiap akhir pekan telah membuat warga Bandung sendiri enggan keluar rumah dan kalaupun keluar lebih memilih kedaerah pinggiran dengan harapan tidak terjebak dalam kemacetan panjang.

Tak ayal lagi saya dan keluarga yang dari awal memilih domisili dipinggiran / penyangga Kota Bandung tepatnya Kota Cimahi mengalami hal yang sama meskipun hanya dampak limpahan yang kadang-kadang saja dan tak terlalu parah dibanding ibu kota provinsi tersebut.

Menjelang Pilkada yang sebentar lagi, sudah banyak suara-suara masyarakat yang berharap akan ada perubahan, mendapatkan pemimpin yang bisa membawa gebrakan dan tidak mlempem (lembek) sehingga akan keluar kebijakan-kebijakan yang ber-visi perbaikan dan memperhatikan kepentingan yang lebih besar daripada sekedar mengeruk keuntungan pribadi dan partai atau kelompoknya.

Masyarakat Bandung dan sekitarnya juga masyarakat Indonesia pasti berharap agar Bandung yang dikenal sejak dulu akan keindahannya dan gelar Kota Kembang yang telah melekat padanya tidak menghilang hanya karena salah urus dari pemimpinnya. Semoga ..

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s